Penculikan Presiden Venezuela: Alarm Keras bagi Kedaulatan Negara, Indonesia Jangan Lengah
![]() |
| Lala Komalawati (Aktivis) |
Aktivis Indonesia
Jakarta, sorotmedia.online - Dugaan penculikan Presiden Venezuela bukan sekadar kabar sensasional di panggung internasional. Ia adalah peringatan keras bahwa kedaulatan negara, bahkan pada level tertinggi kekuasaan, dapat dirongrong jika keamanan nasional rapuh dan negara lengah membaca ancaman zaman.
Ketika seorang kepala negara bisa menjadi target penculikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi wibawa negara, stabilitas politik, dan martabat kedaulatan nasional.
Peristiwa ini menelanjangi satu fakta pahit: ancaman terhadap negara hari ini tidak selalu datang dalam bentuk perang terbuka, tetapi melalui operasi senyap, infiltrasi, dan permainan kepentingan global.
Indonesia tidak boleh memandang kasus Venezuela sebagai peristiwa jauh yang tak relevan. Justru sebaliknya, Indonesia harus bercermin. Sebagai negara besar dengan posisi geopolitik strategis, kekayaan sumber daya, dan pengaruh politik regional, Indonesia memiliki potensi ancaman yang sama, bahkan lebih kompleks.
Ancaman terhadap keamanan nasional tidak selalu diawali oleh senjata, melainkan oleh instabilitas internal, lemahnya koordinasi keamanan, serta abainya negara terhadap peringatan dini. Sejarah membuktikan, negara yang terpecah di dalam akan mudah diintervensi dari luar.
Karena itu, menjaga keamanan nasional tidak cukup hanya dengan menambah personel atau memperketat pengawalan fisik.
Negara harus membangun sistem keamanan yang berpikir ke depan, berbasis intelijen yang kuat, teknologi mutakhir, dan sinergi antar lembaga tanpa ego sektoral.
Lebih dari itu, pemerintah harus menyadari bahwa keamanan politik dan keadilan sosial adalah satu paket yang tak terpisahkan. Ketimpangan, ketidakpercayaan publik, dan konflik horizontal adalah pintu masuk paling efektif bagi kekuatan asing untuk melemahkan negara dari dalam.
Indonesia juga dituntut untuk bersikap tegas di forum internasional. Dunia tidak boleh membiarkan praktik penculikan kepala negara dinormalisasi atas nama kepentingan politik global. Jika hukum internasional tunduk pada kekuatan, maka semua negara, besar maupun kecil, berada dalam bahaya yang sama.
Kasus Venezuela adalah alarm. Indonesia harus bangun, waspada, dan berani berbenah. Kedaulatan bukan slogan, tetapi tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Negara yang lengah hari ini, akan membayar mahal esok hari. Rill/Red

0 Komentar